Sabtu, 17 Januari 2015

7:12:00 PM
Garam dan Telaga
          Seorang guru agama hindu yang telah lanjut usia merasa lelah mendengar keluhan seorang muridnya. Suatu hari,ia menyuruh muridnya agar membawa garam. Setelah murid yang tidak bahagia itu kembali dengan membawa garam, ia memerintahkan agar menaruhnya didalam satu gelas air dan meminumnya.
          “ Bagaimana rasanya?” kata sang guru
          “ Tidak enak” jawab sang murid sambil memuntahkannya kembali
          Sang guru tertawa kecil lalu memerintahkannya untuk mengambil garam kembali. Setelah murid itu kembali, lalu mereka berdua berjalan menuju sebuah telaga yang tidak jauh letaknya. Lalu guru tersebut menyuruh muridnya agar meletakkan garam pada telaga tersebut dan memerintahkan agar meminum air telaga yang telah bercampur oleh garam.
          “ Nah, bagaimana rasanya?” kata sang guru
          “ Segar,” jawab sang murid
          “ Apakah kau mendapati rasa garam di air itu?” Tanya sang guru
          “ Tidak wahai guru” jawab muridnya.

          Sampai disini, sang guru duduk di sebelah anak muda yang serius ini, dan menceritakan masa mudanya sambil memegang tangan muridnya tersebut lalu berkata ” Pahitnya kehidupan sepeti pengaruh garam ini, tak lebih dan tak kurang. Besar kecilnya penderitaan tergantung pada wadah mana kita meletakkannya. Jadi, bila kau menderita, satu-satunya yang dapat kau perbuat adalah melapangkan dadamu. Berhentilah menjadi gelas, jadilah kau telaga.

0 comments:

Posting Komentar